Stadium General MSC 2020

Pada hari Jumat, 13 Maret 2020 telah dilaksanakan Stadium General MSC yang bernama COSMIC di ruang PPG 1 Gedung Laboratorium Biologi FMIPA UNY. Dengan menghadirkan 2 pembicara yang sangat expert dalam bidang molekuler dan mikrobiologi, COSMIC kali ini membahas tentang issue virus Corona yang sedang menjadi perhatian dunia. Kegiatan ini terbagi atas 2 sesi. Sesi pertama diisi oleh pemaparan materi tentang pengenalan Virus Corona yang disampaikan oleh Ibu Nur Aeni Ariyanti SP., MP., M,Agr., Ph. D. Sedangkan sesi kedua yang dibersamai oleh Mas Dwiki Prasetiyo, S.Si selaku Co-Founder MSC diisi dengan pengenalan KS MSC. Sasaran utama peserta pada kegiatan ini adalah mahasiswa FMIPA UNY yang tertarik akan bidang keilmuan Mikrobiologi dan Molekuler. Pada kegiatan tersebut, sebanyak kurang lebih 20 peserta yang hadir seluruhnya merupakan mahasiswa biologi UNY dari angkatan 2017 sampai 2019.

            Materi mengenai virus corona yang disampaikan oleh Ibu Nur Aeni secara umum bertujuan untuk mengigatkan serta menambah wawasan para peserta mengenai hakikat virus dan  diharapkan peserta tidak panik dalam menghadapi issue virus corona yang telah ditetapkan sebagai salah satu pandemi oleh Kementrian Kesehatan RI. Virus pada hakikatnya merupakan mahluk hidup terkecil yang entitasnya terbanyak di muka bumi ini. Hidup dengan ciri khas menjaddi parasit pada inangnya, virus dapat digolongkan berdasar jenis materi genetik yang dibawa, sasaran inang, dan kriteria lainnya. Corona virus sendiri merupakan salah satu virus yang berasal dari salah satu family besar mereka yaitu Coronaviridae. Family ini sebenarnya juga mencakup berbagai virus penyebab sakit ringan serupa batuk pilek hingga yang lebih parah, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) and Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV).

            Coronavirus yang digadang berasal dari Wuhan Provinsi Hubei China diketahui biasa ditemukan hidup di tubuh hewan liar yang salah satunya adalah kelelawar. Gejala penyakit yang diakibatkan berupa demam, flu, dan sesak nafas. Coronavirus memiliki nama lain CoVid-19 karena pertama kali ditemukan pada tahun 2019 tepatnya bulan Desember. Karena spikes nya berbentuk seperti crown atau mahkota maka dipilih nama corona.

            Penyebaran virus ini terbilang sangat cepat. Menurut data WHO pada 10 Maret 2020, COVID 19 sudah menyebar hampir ke seluruh penjuru dunia. Virus ini telah menjakiti negara-negara di 4 benua kecuali Antartika. Penyebaran virus ini dapat terjadi bila melakukan kontak langsung dengan penderita, menyentuh barang yang telah disentuh penderita dan kemudian tangan langsung menyentuh mulut, hidung, dan mata tanpa membersihkannya terlebih dahulu, menghirup udara yang telah terkontaminasi bekas batuk penderita, dan kurangnya menjaga kebersihan bila tinggal dilingkungan yang telah teridentifikasi lokasi virus tersebar. Beberapa hal yang dapat dilakukan agar tidak terinfeksi virus COVID-19 adalah dengan menjaga keberihan terutama kebersihan tangan, tidak bersin atau batuk sembarangan dan ditutup menggunakan tissue atau siku, menghindari interaksi dengan orang lain terutama yang memiliki gejala flu, serta mengurangi kontak langsung dengan hewan liar. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah keadaan mental yang harus tetap tenang serta tidak panik. Hindari penumpukan barang seperti masker dan handsanitizer. Penggunaan masker bagi orang yang tidak terinfeksi virus juga dirasa tidak begitu penting. Yang paling utama untuk menghadapi pandemic COVID-19 ini adalah stay healthy, calm, and don’t forget to wash your hands.

 

-KS MSC

-Himabio FMIPA UNY